Imam Syafi’i pernah berkata, “Marahnya orang yang mulia bisa terlihat dari sikapnya, dan marahnya orang yang bodoh terlihat dari ucapan lisanya.
kenapa orang-orang marah? kenapa orang-orang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri? memangnya tidak bisa bila dibicarakan dengan baik-baik ? mengapa harus ada perdebatan? mengapa harus saling adu mulut? mengapa orang-orang enteng sekali berucap kotor, buruk, jahat dan tidak baik? apakah mereka tidak malu dengan dirinya sendiri. mengapa mereka seperti itu? jika anda pernah berpikir seperti itu berarti anda hebat. anda sudah mengetahui betapa buruknya orang yang marah-marahnya sembarangan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain
lalu marah seperti apa yang tidak merugikan siapapun?
saat kita merasa marah terhadap sesuatu, alangkah baiknya kita menahan diri untuk tidak marah. Amarah berkaitan dengan harga diri dan ego. usaha untuk tidak marah bukan berarti menekan rasa marah itu sendiri tetapi biaralah marah itu terjadi dalam pikiran dan hati kita yang bisa dikendalikan dengan sikap. orang yang psikologisnya kuat dia mampu menyikapi amarahnya denagan perbuatan yang lembut sebab mereka dapat berpikir baik sebelum bertindak maka tidak akan terjadi sangar, bengis dan garang seperti orang orang yang marah besar pada umumnya.
saat ada sistuasi yang tidak menyenangkan dan mengundang kita untuk marah sebaiknya kita perlu mencoba melembutkan ucapan, berkata pelan, berbicara senetral mungkin, agar suasana dapat membaik dan dapat diakhiri dengan maaf tapa harus membentaknya.
nikmatnya menyalahkan, ketik amarah seseorang sedang naik ia tidak mau menjadi sasaran atas kesalahan yang ada bahkan kesalahan yang di perbuatnya sekalipun maka orang yang psikologisnya lemah ia dengan mudah akan menyalahkan orang lain sebagai perlindungan dirinya sendiri.
saat marah, kita cenderung mendengar untuk membalas, bukan mendengar untuk mengerti. proses mengerti ini yaitu yang dilakukan oleh orang-orang yang psikologisnya kuat yaitu mereka dapat meredam atau menekan kemarahanya
Ada beberapa penyebab marah menurut psikologi diantaranya adalah :
1. seseorang marah ketika menerima ketidakadilan dan merasa tidak mendapat pengakuan sehingga menimbulkan emosi terhadap suatu kejadian.
2. seseorang dapat marah ketika ia menyalahkan individu lain yang berada disekitarnya semisal, keluaga, teman sebaya dan sosial.
3. adanya faktor internal yaitu tipe kepribadian. kehadiran kondisi dalam diri yang tidak menyenangkan seperti cemas, depresi dan hormon tidak stabil dapat memperkuat rasa ingin marah
4. adanya faktor eksternal yaitu situasi dan faktor lingkungan. emosi negatif yang muncul akibat situasi yang buruk seperti kemacetan dan suara bising dapat memicu seseorang menjadi marah
5. gangguan psikologi paranoid dan schizoid. paranoid adalah gangguan marah kepribadian yang didasari rasa tidak percaya kepada orang lain secara tidak realistis atau merasa dianiaya. schizoid adalah gangguan marah berupa kondisi ketika orang menghindari kegiatan sosial dan berinteraksi dengan orang lain
dari kelima penyebab marah diatas manakah penyebab yang paling sering kalian hadapi ketika inginn marah?
semoga kita dapat menghadapi marah dengan cara yang lebih indah . trimakasih sekian
